Friday, July 1, 2011

Pencemaran Udara

Kapanlagi.com - Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan selama kurun waktu lima tahun (2003 - 2008) total sumber emisi karbondioksida (CO2) di Indonesia setara dengan 638,975 giga ton CO2.
Hal tersebut diungkapkan Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup (MenLH) Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Masnellyarti Hilman, dalam pemaparannya pada acara pembahasan menuju Ekonomi Hijau (Green Economic) di Jakarta.

Masnellyarti atau lebih akrab dipanggil Nelly menjelaskan total sumber emisi Indonesia tersebut terdiri atas konversi hutan dan lahan sebesar 36%, emisi penggunaan energi sebesar 36%, emisi limbah 16%, emisi pertanian 8% dan emisi dari proses industri 4%.

Sedangkan sumber utama emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tersebut antara lain berasal dari kegiatan hutan dan konversi lahan; perubahan dalam hutan dan persediaan biomass lainnya; industri manufaktur dan konstruksi; transportasi; sumber aktivitas dan panas; pembuangan terbuka limbah padat; air limbah; pengerjaan lahan padi dan rumah tangga.
Untuk mengurangi emisi GRK dan menghadapi perubahan iklim, lanjut Nelly, Indonesia telah membuat Rencana Aksi Nasional dalam menghadapi Perubahan Iklim (RAN PI) dengan strategi pembangunan pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-environment.
Sedangkan target RAN PI dalam hal mitigasi memfokuskan pada dua hal yaitu pada sektor energi dan sektor konversi hutan dan lahan.
Untuk sektor energi dengan kebijakan penggunaan energi bauran (mix energy) mempunyai target penggunaan energi terbarukan 15%, penggunaan energi panas bumi sebesar 20%, penggunaan Carbon Capture Storage (CCS) sebesar 37% dan penurunan emisi GRK pada 2025 sebesar 17%,
Untuk sektor konversi hutan dan lahan menargetkan dapat merehabilitasi 36, 31 juta hektar dari 53,8 juta hektar hutan terdegradasi pada 2025.

No comments:

Post a Comment