Wednesday, June 29, 2011

Kemah di Candi Gedong Songo

Pada tanggal 19 Juni, aku dan kawan-kawan berangkat dari sekolahan untuk pergi berkemah di candi Gedong Songo selama 3 hari 2 malam.
Aku
Mbak Cahya
Main Bola

Candi 5

Tuesday, June 28, 2011

Amanat yang Dilanggar

"Kamu jangan memakan nasi ini, ya." ujar Mbok Rondo kepada anaknya, Dodo.
"Iya, Mak." jawab Dodo.
"Lagipula tadi kamu kan sudah makan." tambah Mbok Rondo.
"Iya, Mak."
"Baiklah, sekarang Emak mau ke sawah dulu, kamu mau ikut?"
"Panas Mak, tidak ah."
"Emak berangkat dulu, ya. Ingat kata-kata Emak tadi, jangan memakan nasi itu." Mbok Rondo mulai berjalan dan menghilang di balik pintu.
Dodo pun sendirian di rumah, hanya melamun saja yang bisa dikerjakannya, sebab pekerjaan rumahnya telah selesai.
"Haah, bosan juga kalau begini terus, main ah." ucapnya sembari meninggalkan kursi.
Tok tok tok

Thursday, June 9, 2011

Naruto dan Kiba

Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi suka sama manga Naruto dan chara Kiba, padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini, pasti ini gara-gara aku pinjam manga Narutonya tetangga yang volume 50 sama 51.
Wahahaha, dan aku paling benci sama yang namanya Sasuke, dia telah dibutakan oleh dendam.
Hahahaha, aneh memang.

Wednesday, June 8, 2011

Kisah Sepasang Sahabat

Dengan menenteng sebuah kopor yang cukup besar, Johan mulai meninggalkan halaman rumahnya. Langkahnya tampak lebar dan tergesa-gesa.Setelah tiba di perempatan jalan, dia berbelok ke utara dan menuju persawahan untuk menemui Joni yang telah menunggunya daritadi.

"Hai, Jon!" sapanya,"Sudah lama?"

"Lumayan, mungkin baru 5 menit." jawab Joni sambil mendekati Johan,"Kita duduk di sana saja." kata Joni sambil menunjuk ke sebuah gubug bambu.

‎"Di sini sejuk, ya!" ucap Johan sambil meletakkan kopornya.

"Ya, tentu saja. Sangat berbeda dengan di Jakarta nanti. Di sana panas!" kata Joni dengan tatapan sinisnya.

"Memang Jon, tapi aku telah siap menerima apapun resikonya ketika aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta." timpal Johan dengan sebuah senyuman.

"Yah, terserah saja. Di sana banyak kejahatan!"

"Aku sudah tahu."

"Di sana apa-apa mahal."

"Itupun aku sudah tahu."

"Dan di sana..."

"Sudah Jon, hentikan!" potong Johan.

‎"Di sana mengerikan Johan! Urungkan niatmu!" kata Joni dengan keras.

Tuesday, May 24, 2011

Humor Sejenak

Dasar Nenek
Udin mengantarkan neneknya berobat ke dokter, naik sepeda motor.
Udin: Ayo nek udin anterin pake motor ya..
Nenek: Aduuuhh nenek takut nak naik motor..
Udin: Ayo nek gak apa-apa kok, jangan lupa pengangan yang erat ya biar gak jatuh..
Nenek: Iya nak,..
Udin: Jangan lupa pengangannya yang erat ya, nek !!!! (kata Udin lagi mengingatkan)
Nenek: Iya, nenek sudah pegangan yang erat,.
Udin: Ok, kalo begitu kita berangkat ya, nek..

Udin lalu mulai meng-gas motornya, lalu terdengar benda jatuh BRUAAAAKKKK!!!!! Udin kaget, lalu menoleh ke belakang, ternyata si nenek terjatuh dari motornya.
Udin: Lho koq bisa jatuh sih, nek? Nenek gak pengangan ya?
Nenek: Tadikan nenek udah bilang kalo nenek udah pengangan yg kuat, nih liat tangan nenek sampe merah gini !!!!
Udin: Memangnya nenek pengangan dimana?
Nenek: Ya di pagar rumah itu nak..!!!
Udin: “$%^&(#…..??? Gak sekalian pegangan di tiang listrik itu nek ???”

Penyelam

Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang pada kedalaman 8 meter. Tiba-tiba ia melihat seseorang berada di sampingnya. Ia terkejut karena orang tersebut sama sekali tidak memakai peralatan selam..
Penyelam lalu turun lagi sampai kedalaman 15 meter. Ia terkejut melihat orang tadi ikut menyusulnya. Penyelam turun lagi, sampai kedalaman 25 meter. Orang tadi masih juga mengikutinya dan tampak berusaha mendekati sang penyelam.. Penyelam makin heran dan terus turun menyelam lebih dalam lagi, namun lagi-lagi orang tersebut masih terus membuntuti..

Pedang Pembunuh

"Pedang pembunuh" gumam Yugi sembari mengamati pedang hitamnya dan keluar dari markas, namun tanpa diketahuinya rangiku membuntuti.

Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan 3 orang pedagang bernama Ryo, Ichigo, dan Gin yang hendak menawar pedangnya.

"Bagus juga pedangnya," gumam Ryo,"Boleh kutawar?"
"Apa?" Yugi tampak linglung.

"Itu pedang boleh dibeli kagak?" sambar Ichigo.

"Kalian bilang pedang ini?" Yugi mengambil pedangnya,"Asal tau saja, pedang ini telah membunuh lebih dari 100 manusia. Kalian berani memilikinya?" tantang Yugi.

"Kau tak bermaksud menjualnya kepada kami?" tanya Ryo dengan tampang beringasnya.

"Tentu tidak."

"Kalau begitu, kami akan memaksamu!"

"Silahkan silahkan. Kalian boleh memiliki pedang ini. Asal kalian bisa mengalahkanku dalam M&W. Siapa diantara kalian yang menjadi duelist?"

"Oke, aku duelist." sambar Ryo.

~

"Kupersembahkan dua tumbal. Panggil Black Magician!" teriak Yugi tampak bersemangat,"Black Magician attack, serang player!"

Monday, May 23, 2011

Pohon Beringin

Sesaat kemudian sang surya sudah turun, hilang ditelan bumi. Angin malam yang begitu dingin mulai berhembus ke seluruh penjuru, membuat merinding siapa saja yang merasakan hembusannya. Burung-burung di atas tampak bergerombol dan mulai hinggap di atas sebuah pohon untuk beristirahat. Raut wajah mereka nampak senang karena perut mereka telah terisi. Cengkrama mereka begitu ramai, namun sayang, kita tak bisa mengartikannya.

Tepat di bawah pohon tersebut, duduklah seorang laki-laki kecil yang berambut putih. Raut mukanya tampak masam dan tangannya terlihat menekan perutnya yang seakan terlilit tambang.

Wajahnya yang kotor tampak meringis kesakitan, hingga akhirnya butir-butir air mata mulai menetes dari matanya yang hijau.

Lehernya terangkat dan mulai menatap luas langit malam yang bertaburan bintang-bintang. Indah, pikirnya dalam hati.